Gaya Hidup Sehat

Dampak Kurang Tidur pada Perkembangan Otak Anak

Written by Kita Bersama · 3 min read >

Tergantung pada usia, anak-anak pada dasarnya memerlukan jam tidur yang lebih banyak dari orang dewasa. Tidur merupakan bagian penting dari kesehatan mental dan fisik anak, termasuk otak. Ini mempengaruhi kemampuan anak berkonsentrasi, dan sebuah studi juga menyebutkan kurang tidur bisa mempengaruhi perkembangan otak anak. Berikut penjelasan lengkap mengenai dampak kurang tidur pada perkembangan otak anak dan cara mengatasi anak kurang tidur.

Dampak Kurang Tidur pada Perkembangan Otak Anak

Tidur merupakan cara untuk memulihkan energi otak. Otak yang cukup istirahat dapat menyelesaikan masalah, mempelajari informasi baru, dan bahkan beberapa area otak anak jadi lebih aktif saat mereka tidur lho, Jovians.

Menurut About Kids Health, anak-anak yang cukup tidur umumnya lebih kreatif, dapat berkonsentrasi lebih lama, punya kemampuan penyelesaian masalah yang baik, dan lebih mudah mempelajari dan mengingat hal baru.

Pada saat anak tidur, ada banyak penyambungan sel-sel otak baru yang berhubungan dengan kemampuan kognitif dan penyimpanan memori jangka panjang. Seperti halnya asupan nutrisi dan pola asuh yang sehat, tidur sangat penting untuk perkembangan dan pertumbuhan anak yang optimal.

Seiring waktu, perkembangan otak anak yang tidak maksimal akan menyebabkan berbagai gejala perilaku, kognitif (mental), dan emosional.

“Tidur sangat penting untuk kesehatan otak dan regulasi emosi pada anak. Karena otak membutuhkan ‘brainpower’ yang cukup untuk mengendalikan reaksi-reaksi emosional yang otomatis. Anak-anak yang kurang tidur bisa jadi memiliki masalah dalam regulasi emosi dan cenderung lebih mudah marah,” ucap dokter Holland, dilansir dari Childrens.

Di luar emosi, dokter Holland juga menambahkan dampak kurang tidur pada perkembangan otak anak. Daya ingat menjadi kurang efektif sehingga mengganggu kemampuan belajar anak.

Tanda Anak Kurang Tidur

Beberapa hal ini bisa menjadi pertanda bahwa anak kurang mendapatkan waktu tidur yang cukup.

Fisik

  • Kesulitan bangun di pagi hari
  • Terus menguap sepanjang hari
  • Kelelahan
  • Ketiduran
  • Keinginan untuk konsumsi makanan manis yang meningkat

Mental

  • Berkurangnya minat dan motivasi untuk mengerjakan tugas harian
  • Sering melupakan sesuatu
  • Penglihatan yang berkurang
  • Kesulitan memproses informasi baru

Emosional

  • Mood yang cepat berubah
  • Lebih impulsif
  • Stres yang meningkat

Semakin banyak hutang tidur anak, semakin lelah juga mereka secara mental. Kurang tidur juga membuat otak anak melambat, sehingga perkembangannya jadi tidak optimal.

Jumlah Waktu Tidur Anak yang Tepat

Jam tubuh anak atau juga disebut ritme sirkadian anak adalah siklus tubuh selama 24 jam yang memberi tahu anak kapan waktunya untuk tidur. Jam tubuh ini dipengaruhi oleh usia, yang seiring bertambahnya usia anak maka kebutuhan tidurnya juga semakin berkurang.

Canadian Pediatric Society telah mengeluarkan paduan umum tentang jumlah tidur yang dibutuhkan anak selama 24 jam, termasuk tidur siang.

  • Bayi usia 0 – 2 bulan: 16 hingga 18 jam per hari
  • Bayi usia 2 – 6 bulan: 14 hingga 16 jam per hari
  • Bayi usia 6 bulan – 1 tahun: 14 jam
  • Anak usia 1 – 10 tahun: 10 hingga 13 jam

Jumlah waktu tidur di atas hanyalah pedoman, karena kebutuhan tidur setiap anak tentu berbeda-beda.

Cara Mengatasi Kurang Tidur pada Anak

Cara mengatasi kurang tidur pada anak tentunya membutuhkan koordinasi pada seluruh anggota keluarga di rumah. Cara terbaik adalah memberi contoh kebiasaan tidur yang sehat pada anak. Kamu juga bisa konsultasikan pada dokter jika anak alami insomnia parah untuk mendapatkan penanganan yang lebih tepat.

Dilansir dari sebuah studi berjudul Sleep Deprivation in Children, berikut ini beberapa cara mengatasi kurang tidur pada anak:

  • Hindari tidur siang di sore hari
  • Kurangi makanan dan minuman yang mengandung kafein dan gula tinggi, terutama di malam hari.
  • Ciptakan rutinitas sebelum tidur yang berpusat pada aktivitas yang tenang, seperti membaca atau mendengarkan musik yang lembut
  • Hindari aktivitas berenergi tinggi 3 jam sebelum tidur
  • Gunakan kamar tidur hanya untuk tidur, bukan untuk menonton tv, makan, atau kegiatan lainnya.
  • Jadikan kamar tidur lebih sejuk, gelap, dan tenang ketika hendak tidur
  • Berikan batasan penggunaan gadget pada anak pada malam hari
  • Pertahankan waktu bangun dan tidur yang konsisten pada anak, bahkan di akhir minggu sekalipun

Kekurangan zat besi juga bisa sebabkan insomnia, jadi pastikan anak dapatkan asupan nutrisi yang baik. Zat besi bisa didapatkan dari makanan hewani dan tumbuhan seperti daging dan sayuran berdaun hijau. Kamu juga bisa berikan suplemen darah anak seperti Sangobion Kids (Rp37.800).

Apabila anak masih kesulitan untuk dapatkan waktu tidur yang cukup, kamu bisa lakukan konsultasi pada dokter atau psikolog anak. Jika terapi dan mengubah pola kebiasaan tidur tidak berhasil, obat-obatan mungkin akan diberikan oleh dokter untuk bantu anak lebih mudah untuk tidur.

Demikianlah dampak kurang tidur pada perkembangan otak anak. Ingin dapatkan informasi seputar anak lainnya? Simak selengkapnya di Jovee.