Bisnis

Mengenal Jenis Negosiasi, Tujuan, dan Manfaatnya

Written by Kita Bersama · 3 min read >

Jestesmyrazem.org – Jenis-jenis negosiasi sangat berguna digunakan dalam kehidupan sehari-hari seperti dalam bekerja, kegiatan politik, berbisnis hingga menyelesaikan masalah. 

Negosiasi banyak dilakukan untuk mendapatkan hal yang diinginkan lewat tawar menawar. Kegiatan negosiasi memiliki tujuan dan manfaat yang berguna bagi yang menggunakannya. Seperti apa tujuan dan manfaatnya? Lalu, apa saja jenis-jenis negosiasi? Yuk, simak artikel berikut ini. 

Pengertian Negosiasi

Negosiasi adalah salah satu bentuk komunikasi sosial yang pasti pernah dilakukan oleh setiap orang. Negosiasi biasanya dilakukan untuk mencapai kesepakatan. Proses negosiasi dapat dilakukan minimal oleh 2 orang.

Nah, negosiasi merupakan proses diskusi yang dilakukan untuk menyelesaikan masalah atau mencapai tujuan. Negosiasi berasal dari bahasa Inggris yaitu negotiation, yang artinya merundingkan atau membicarakan sesuatu. 

Melalui negosiasi, para pihak yang terlibat mencoba untuk membujuk pihak lain untuk setuju dengan usulan mereka, sehingga tercapainya sebuah kesepakatan bersama.

Kesepakatan yang tercapai dianggap akan menguntungkan para pihak yang terlibat dalam negosiasi. Nah, pihak-pihak yang ikut dalam negosiasi disebut dengan negosiator.

Tujuan Negosiasi

Proses tawar menawar yang dilakukan dengan cara berunding memiliki tujuan beberapa tujuan, antara lain:

  1. mencapai kesepakatan dalam persamaan pandangan, pengertian dan persetujuan;
  2. menemukan jalan keluar atau penyelesaian dari masalah yang dihadapi;
  3. mendapatkan keuntungan yang sama untuk semua pihak (win-win solution).

Manfaat Negosiasi

Manfaat dari negosiasi yang dapat diperoleh adalah:

  • mencegah konflik berkembang ke arah lebih buruk;
  • membuka kepentingan baru;
  • memaksimalkan komunikasi yang positif;
  • menciptakan kerjasama yang baik;
  • menumbuhkan perasaan yang sama pada setiap peserta negosiasi.

Jenis-Jenis Negosiasi

Ada berbagai jenis-jenis negosiasi yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Jenis negosiasi juga dibedakan dalam beberapa jenis sesuai dengan penggunaannya, antara lain:

Jenis negosiasi berdasarkan situasi

Negosiasi formal 

Negosiasi ini dilakukan secara formal untuk mendapatkan kesepakatan. Negosiasi formal biasanya dilakukan pada jalur hukum, seperti mediasi di pengadilan.

Negosiasi non-formal 

Jenis negosiasi ini sering dilakukan dimana saja. Misalnya dalam proses membeli barang pada pasar tradisional, atau dalam menawar tarif jasa ojek.

Jenis negosiasi berdasarkan caranya

Negosiasi kolaborasi

Jenis negosiasi ini melibatkan semua pihak untuk menyuarakan keinginan atau pendapatnya. Lalu, melakukan kolaborasi terhadap seluruh keinginan atau pendapat agar mendapatkan solusi yang terbaik bagi seluruh peserta negosiasi.

Negosiator yang menggunakan jenis ini akan menciptakan negosiasi yang terbuka dan jujur. Para pihak yang terlibat akan saling memahami keprihatinan dan kepentingan pihak lain.

Cara negosiasi ini akan menemukan solusi kreatif dan memuaskan kedua belah pihak. Namun, negosiasi ini mengubah situasi yang sederhana menjadi lebih rumit sehingga terlalu banyak berpikir dan mencari banyak alternatif.

Negosiasi dominasi

Negosiasi ini hanya untuk menguntungkan satu pihak saja dan pihak lainnya harus menerima kesepakatan yang tidak menguntungkan. 

Negosiator yang terlibat harus kompetitif dan sangat berorientasi pada hasil, fokus dan tegas. Tak jarang, negosiator menjadi agresif. 

Negosiasi dengan cara dominasi lebih mengutamakan kemenangan daripada hubungan antar kedua belah pihak. Para pihak juga tidak berbasa-basi dan telah mempersiapkan langkah-langkah yang strategis.

Cara negosiasi dominasi ini sangat sesuai untuk melawan negosiator yang menggunakan cara negosiasi akomodasi.

Negosiasi akomodasi

Negosiasi ini hanya memberikan negosiator mendapat keuntungan sedikit. Bahkan, terkadang salah satu pihak bisa mendapat keuntungan yang lebih banyak.

Jenis negosiasi ini menghabiskan lebih banyak waktu untuk membangun dan menjaga hubungan dengan pihak lain. Para negosiator yang menggunakannya lebih peka terhadap emosi, dan bahasa tubuh dalam negosiasi. Mereka akan berusaha untuk meminimalisir konflik, memperbaiki hubungan, dan mencapai kesepakatan dengan sikap positif.

Negosiasi kompromi (compromising)

Jenis negosiasi ini, digunakan negosiator untuk mencari kesepakatan yang adil bagi kedua belah pihak atau menemukan jalan tengah dari masalah yang timbul. 

Jenis ini mirip dengan negosiasi kolaborasi, namun perbedaannya, negosiasi kompromi, lebih suka pada hasil memuaskan pihak lain. Tidak peduli usulan atau pendapat disampaikan oleh pihak lain, selama itu dianggap menguntungkan, maka kesepakatan dapat tercapai.

Negosiasi menghindari (avoiding)

Dalam jenis ini, negosiator akan menghindari situasi yang menimbulkan konflik, sehingga mereka merasa intimidasi dan stress. Negosiator akan menunda proses negosiasi terus menerus jika posisi mereka merasa terintimidasi atau terancam. 

Jenis negosiasi ini bisa diterapkan untuk masalah atau kegiatan yang merupakan hal sepele.

Jenis negosiasi berdasarkan hasilnya

Negosiasi distribusi (win-lose)

Proses tawar menawar dalam negosiasi ini berada dalam kondisi zero-sum. Artinya keuntungan apa pun yang diperoleh satu pihak merupakan pengorbanan pihak lain dan sebaliknya. Contoh negosiasi distribusi adalah tawar menawar harga mobil atau rumah.

Dalam menggunakan negosiasi ini,  para pihak cenderung menyembunyikan informasi atau menyesatkan demi keuntungan terhadap diri sendiri.

Negosiasi lose-lose

Negosiasi ini digunakan ketika salah satu pihak negosiasi merasa bahwa kepentingannya terancam, sehingga melakukan semua cara yang bisa digunakan untuk membuat pihak lainnya tidak mendapatkan hasil yang sesuai keinginan. Pada akhirnya, kedua pihak akhirnya kalah.

Negosiasi integratif (win-win)

Jenis negosiasi ini bertujuan untuk mencapai kesepakatan yang dapat diterima dan menguntungkan kedua belah pihak. 

Negosiasi integratif sering digunakan dalam proses negosiasi yang telah memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi. Sehingga pemecahan masalah digunakan untuk mencapai keuntungan bersama.

Jenis-jenis negosiasi bisa dimanfaatkan sesuai dengan kondisi yang dibutuhkan. Tak jarang, dalam sebuah negosiasi, pihak negosiator menggunakan berbagai macam jenis negosiasi demi mendapatkan keinginan yang sesuai dengan harapan.

Begitu juga dalam memilih instrumen investasi, kamu harus bernegosiasi untuk mendapatkan kualitas dan pelayanan yang terbaik. Gunakan Aplikasi Investasi Ajaib sebagai hasil kesepakatan kamu untuk melakukan investasi. Aplikasi Investasi Ajaib Sekuritas sudah terbukti aman dan terjamin, lho. Tunggu apalagi? Segera miliki akun Ajaib Sekuritas ya.