Bisnis

Perbedaan Inflasi dan Deflasi Serta Akibatnya

Written by Kita Bersama · 3 min read >

Jestesmyrazem.org – Inflasi dan deflasi merupakan dua hal yang sering terjadi di kehidupan sehari-hari. Kamu yang seorang wirausahawan, perlu mengetahui tentang keduanya karena hal itu dapat memengaruhi kegiatan usaha/bisnismu. Keduanya bisa memengaruhi jalannya perekonomian di suatu negara karena menyebabkan harga barang dan jasa jadi naik atau turun. Jadi, cukup wajar jika pemerintah akan turun tangan ketika hal tersebut terjadi terus-menerus. Sekarang, mari kita membahas satu persatu tentang inflasi dan deflasi.

Pengertian Inflasi

Inflasi adalah kenaikan harga yang terjadi dan memiliki waktu yang cenderung lama. Kejadiannya pun tidak hanya memengaruhi satu barang dan jasa, tapi semuanya akan ikut naik. Hal ini bisa terjadi karena daya beli masyarakat yang meningkat. Perputaran uang yang terjadi meningkat sehingga mengakibatkan harga jadi naik. 

Daya beli masyarakat yang naik mungkin itu bagus karena berarti masyarakat berhasil meningkatkan daya hidupnya sendiri, tapi hal ini bisa menimbulkan masalah karena bisa menimbulkan ketidakstabilan ekonomi. Tidak semua lapisan masyarakat bisa memenuhi kebutuhannya sendiri jika harga barang dan jasa berada di nominal di atas rata-rata.

Penyebab Inflasi

Ada beberapa faktor yang menyebabkan inflasi terjadi, salah satunya adalah besarnya jumlah uang yang beredar. Mengapa Bank Indonesia tidak bisa sembarangan mencetak uang dan memberikannya secara suka-suka kepada masyarakat, alasannya karena ini. Meningkatnya jumlah uang yang beredar akan mengakibatkan kenaikan daya beli masyarakat yang nantinya menyebabkan terjadinya inflasi. Hal itu juga bisa memengaruhi nilai mata uang. Misalnya saja awalnya kamu bisa membeli lima permen dengan uang Rp1.000, tapi kemudian kamu hanya bisa membeli satu permen dengan uang Rp1.000 itu, hal ini terjadi akibat adanya inflasi.

Penyebab inflasi terjadi lainnya, yaitu utang nasional. Alasan negara harus menekan utang-nya serendah mungkin adalah agar tidak terjadi inflasi terus-menerus. Ketika utang negara meningkat biasanya pemerintah akan menaikkan jumlah uang yang beredar di masyarakat, itulah yang menyebabkan terjadinya inflasi. Atau pemerintah akan menaikkan pajak di dalam negeri. Hal itu pun bisa meningkatkan beban masyarakat.

Lalu, permintaan yang naik atas barang dan jasa juga akan membuat harga bisa naik. Hal ini karena perusahaan mengalami kenaikan biaya produksi demi memenuhi kebutuhan barang dan jasa yang naik itu. Jadi, cukup wajar jika kenaikannya terjadi secara terus-menerus.

Ada lagi faktor bahan baku yang naik, terutama bahan baku yang berasal dari luar negeri yang harganya sering tidak stabil karena mengikuti nilai tukar terhadap dolar Amerika. Pengusaha akan meningkatkan harga agar mereka mendapatkan keuntungan. Jika mereka tidak bisa memenuhi kenaikan bahan baku itu, mereka bisa saja terpaksa menutup usahanya.

Dampak Inflasi

Jika inflasi terjadi, maka ada beberapa dampak yang mungkin terjadi, misalnya saja menurunkan daya beli masyarakat, terutama di kalangan menengah ke bawah. Jika masyarakat mengurangi belanja, maka pertumbuhan ekonomi akan bergerak lambat atau stagnan, bahkan bisa lebih rendah.

Bukan hanya itu, inflasi juga bisa merugikan konsumen karena gaji atau penghasilan menjadi stagnan, namun biaya pengeluaran membengkak akibat kenaikan harga barang atau jasa. Di mana, inflasi ini adalah keadaan di mana harga barang dan jasa mengalami kenaikan secara terus menerus.

Selain itu, inflasi juga memengaruhi kemampuan ekspor sebuah negara. Biaya ekspor menjadi lebih mahal dan daya saing produk ekspor menurun sehingga devisa akan berkurang. Dampak inflasi yang tidak stabil akan menciptakan ketidakpastian (uncertainty) bagi pelaku ekonomi dalam mengambil keputusan. Inflasi yang tidak stabil akan menyulitkan keputusan masyarakat dalam melakukan konsumsi, investasi, dan produksi, yang pada akhirnya akan menurunkan pertumbuhan ekonomi.

Pengertian Deflasi

Setelah mengetahui tentang inflasi, kamu perlu tahu juga tentang deflasi. Pada dasarnya deflasi merupakan kebalikan dari inflasi. Jika inflasi terjadi ketika barang dan jasa mengalami kenaikan harga, deflasi terjadi ketika barang dan jasa mengalami penurunan harga. Deflasi juga harus dikendalikan, sama seperti inflasi karena bisa menyebabkan hal-hal yang dapat berujung pada ketidakstabilan ekonomi.

Penyebab Deflasi

Deflasi terjadi karena banyak faktor. Yang pertama, ketika terjadi persaingan ketat antara perusahaan dengan kompetitor-nya, salah satu strategi yang mereka lakukan adalah dengan menurunkan harga demi menarik perhatian konsumen. Jika hal ini terjadi terus-menerus, maka bisa mengakibatkan deflasi. Terlebih jika diikuti oleh produk lain. 

Lalu, inovasi terbaru yang menyebabkan efisiensi produksi juga bisa menyebabkan harga barang dan jasa jadi turun. Hal itu karena perusahaan berhasil menekan biaya produksi hingga ke tingkat yang lebih efisien. Dengan begitu mereka juga terpaksa menurunkan harga barang dan jasa yang menyesuaikan dengan biaya produksinya yang menurun. Inovasi yang memudahkan seseorang bekerja, ternyata bisa menyebabkan deflasi juga.

Faktor lain yang menyebabkan deflasi adalah pasokan mata uang yang turun. Bank Indonesia memang harus bisa menjaga jumlah uang yang beredar di masyarakat tidak terlalu tinggi dan terlalu rendah. Keduanya bisa menyebabkan terjadinya inflasi dan deflasi. Uang yang jumlahnya rendah akan mengakibatkan daya beli masyarakat juga rendah sehingga mengakibatkan pengusaha terpaksa menurunkan harga barang dan jasanya.

Dampak Deflasi

Deflasi yang terjadi terus menurus juga bisa berdampak buruk pada ekonomi suatu negara. Deflasi yang berlebihan bisa membuat angka PHK meningkat secara langsung dan membuat pengangguran meningkat, juga memengaruhi penurunan upah minimum.

Di Indonesia, salah satu komponen upah minimum adalah angka inflasi. Jika yang terjadi adalah deflasi yang merupakan kebalikan dari inflasi, maka upah minimum yang ditetapkan bisa lebih rendah. Deflasi juga bisa mendorong lebih banyak kredit macet di bank atau lembaga keuangan lainnya.

Biasanya ini terjadi karena banyak produsen atau penyedia jasa yang jadi debitur tengah dalam kondisi sulit karena angka penjualannya mengalami penurunan. Deflasi juga memiliki efek domino pada pendapatan negara yaitu pajak. Dengan meruginya produsen barang dan penyedia jasa, otomatis membuat mereka tidak bisa membayar pajak sebagaimana saat kondisi normal.

Hal yang Terjadi Ketika Inflasi dan Deflasi Tidak Dikendalikan

Indonesia pernah mengalami inflasi besar-besaran pada tahun 1998 yang mengakibatkan terjadinya pemutusan kerja di mana-mana, kecemburuan sosial, dan akhirnya kerusuhan besar yang mengakibatkan ekonomi Indonesia sempat terpuruk. Segawat itu jika inflasi tidak segera dikendalikan dengan benar. Sejak saat itu juga nilai mata uang rupiah jadi mengalami perubahan. Walaupun sekarang masyarakat Indonesia sudah bisa menyesuaikan, tapi akan lebih baik jika penurunan nilai rupiah tidak akan terjadi lagi.

Lalu, deflasi yang gagal dikendalikan bisa mengakibatkan pendapatan seorang pengusaha mengalami penurunan. Walaupun masih bisa mendapatkan profit, tentunya kamu sebagai usaha ingin mengalami kenaikan profit dari tahun ke tahun hingga akhirnya bisa melakukan ekspansi. Jika pendapatan mengalami penurunan terus, kamu hanya bisa berada di tempat yang itu-itu saja, bahkan bisa bangkrut. 

Deflasi juga bisa mengakibatkan gaji para karyawan diturunkan karena menyesuaikan dengan harga-harga yang turun. Hal ini tentu saja akan merugikan karyawan yang sudah bekerja dengan rajin dan loyal.

Inflasi dan deflasi sebenarnya hal yang cukup wajar terjadi, tapi jika negara tidak segera mengendalikannya hal tersebut bisa menyebabkan kekacauan. Dan pengusaha juga harus bersiap menghadapi kedua hal itu dengan perencanaan dan pengambilan keputusan yang tepat.