Bisnis

Mengenal Utang Jangka Panjang dan Manfaatnya Bagi Bisnis

Written by Kita Bersama · 3 min read >

Jestesmyrazem.org – Jika kamu seorang pebisnis, maka tentu kamu paham pentingnya pendanaan bagi keberlangsungan bisnismu. Di mana, bisnis kecil maupun besar tentu membutuhkan anggaran utama, baik sebagai modal awal maupun di tahap pengembangan bisnis menjadi lebih besar. Selain dari para investor, mendapatkan pendanaan untuk bisnis bisa dilakukan melalui utang jangka panjang.

Utang jangka panjang memang jadi pilihan banyak perusahaan atau bisnis dalam mendapatkan pendanaan secara cepat. Akan tetapi, utang jangka panjang memiliki periode pelunasan yang lebih dari satu tahun akuntansi sehingga bisa saja membebani bisnis jika tidak dikelola secara bijak.

Lalu, apa yang dimaksud dengan utang jangka panjang dan manfaatnya untuk kelangsungan bisnis? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Apa Itu Utang Jangka Panjang?

Utang jangka panjang adalah kewajiban keuangan sebuah perusahaan yang harus dilunaskan dalam jangka waktu lebih dari satu tahun. Namun, jatuh tempo pelunasan utang sendiri bisa sampai 20 tahun yang mengacu pada perjanjian kedua belah pihak. Pihak pemberi pinjaman ini meliputi bank, investor, hingga perusahaan lain.

Hasil pinjaman uang ini yang nantinya bakal digunakan perusahaan untuk pengembangan bisnis seperti menggaji karyawan, pembelian alat, pemasaran, produksi, operasional, hingga pengembangan riset. Setiap bisnis yang membutuhkan modal besar untuk pengembangan kegiatan usaha berkesempatan mengajukan pinjaman utang.

Walaupun sedikit terkesan tidak ideal bagi kesehatan keuangan perusahaan, namun hal ini menjadi sesuatu yang wajar dalam sebuah bisnis. Tenor hutang jangka panjang bisa menjadi alat dalam memperkuat posisi modal atas suatu perusahaan dan bisa meningkatkan total aset berupa peralatan, properti, hingga investasi. Selain itu, hutang jangka panjang mencerminkan rasio ekuitas atau total debt to equity ratio sebagai pembanding jumlah utang dengan modal sebuah perusahaan. 

Manfaat Utang Jangka Panjang

Utang jangka panjang yang dipilih oleh perusahaan dalam mengembangkan bisnis tentu bukan tanpa manfaat. Tidak jauh berbeda dengan jenis utang pada umumnya, manfaat utang panjang dengan tenor yang lama bagi suatu perusahaan, di antaranya:

  1. Tetap bisa menggunakan aset untuk keperluan operasional sebagai jaminan sehingga menjadi keuntungan perusahaan jika ingin mengambil utang tenor panjang karena tetap bisa mengembangkan kegiatan usahanya.
  2. Membantu pengurangan jumlah pajak karena utang tenor panjang membuat perusahaan menanggung kewajiban bunga utang setiap tahunnya dan mengurangi jumlah beban pajak.
  3. Jumlah bunga lebih rendah karena memiliki suku bunga tetap dan mempengaruhi nilai aset. Ketika nilai aset sebagai jaminan mengikuti kenaikan dari suku bunga. 

Baca Juga: Apa Saja Sih Keuntungan Investasi Saham? Ini Jawabannya

Jenis-Jenis Utang Jangka Panjang

Utang jangka panjang juga memiliki jenisnya masing-masing. Di mana, utang ini sendiri dibagi menjadi dua jenis yang dibedakan berdasarkan jaminannya. Berikut jenis utang jangka panjang yang dimaksud:

1. Utang Hipotek

Utang Hipotek adalah utang yang menggunakan jaminan meliputi barang tidak bergerak atau aset tetap. Seperti gedung, bangunan, sertifikat tanah, perlengkapan kantor, mesin, hingga hak cipta. Jaminan aset ini yang nantinya bisa disita oleh pihak pemberi pinjaman ketika peminjam gagal untuk melunasi utangnya sesuai waktu yang telah ditentukan sebelumnya. Selain itu, hasil pelelangan aset tersebut nantinya bakal digunakan dalam melunasi kekurangan utang.

2. Utang Obligasi

Sementara itu, utang obligasi adalah salah satu jenis utang yang menggunakan surat-surat berharga obligasi. Di mana, kesepakatan tersebut bisa dilakukan mengacu pada perjanjian melalui nominal utang yang dicantumkan pada surat obligasi. Untuk membuat perjanjian utang, nominal dari surat obligasi harus ditunjukan terlebih dahulu. Ketika perjanjian selesai, maka uang pinjaman bisa langsung diberikan sesuaikan nominal yang tercantum pada surat obligasi.

Baca Juga: Pendanaan Jangka Pendek: Pengertian dan Jenisnya

Risiko Utang Jangka Panjang

Pada dasarnya, utang yang diajukan sebagai solusi pendanaan dalam mengembangkan bisnis menjadi salah satu manfaat, namun harus diperhatikan juga bahwa utang ini memiliki sejumlah risiko. Risiko utang ini harus ditanggung oleh perusahaan sehingga prosesnya harus dipertimbangkan terlebih dahulu. Adapun sejumlah risiko yang dimaksud seperti berikut:

  1. Kehilangan atas aset yang menjadi jaminan karena semakin lama batas waktu untuk pelunasan utang, maka risiko kehilangan tersebut akan semakin besar ditanggung oleh perusahaan.
  2. Perusahaan bisa dituntut dalam meningkatkan jumlah pendapatannya sehingga laba bisa semakin meningkat.
  3. Perusahaan wajib untuk siap sedia atas kecukupan dana yang dialokasikan dalam melunasi utang saat tiba waktu jatuh tempo.
  4. Memberikan berpengaruh atas nilai saham perusahaan yang menurun ketika utang terlalu tinggi maupun rendah. Hal ini karena utang tenor panjang sebagai tolak ukur kemampuan perusahaan untuk pengelolaan modal maupun utang.

Baca Juga: Mengenal Strategi Stop Loss, Take Profit di Investasi Saham

Perbedaan Utang Jangka Panjang dan Pendek

Jika ada istilah utang jangka panjang, tentunya ada utang jangka pendek. Keduanya jelas memiliki perbedaan masing-masing. Jika utang ini bisa dilunasi dalam waktu yang lama, maka utang jangka pendek harus diselesaikan dalam waktu singkat. Utang jangka pendek sendiri merupakan salah satu bentuk utang berupa kewajiban untuk dilunasi dalam waktu kurang dari setahun. 

Hal ini bisa dilihat dari suatu perusahaan yang mengajukan pinjaman, lalu akan dibayar kembali setelah beberapa tahun, maka hal masuk ke dalam jenis utang jangka pendek. Dengan begitu, perbedaan dari kedua istilah utang ini hanya ada pada tenor yang diberlakukan sesuai aturannya.

Seperti yang disebutkan sebelumnya, bahwa utang jangka panjang maupun pendek dalam sebuah bisnis merupakan hal yang wajar. Hal ini juga menjadi nilai tambah sebuah perusahaan dengan utang karena dianggap bisa mengelola keuangan secara baik. Akan tetapi, bagi kamu yang baru memulai bisnis dari awal, sebaiknya memang menghindari utang.

Sebab, bisnis di awal ini belum bisa dipastikan perkembangannya, apakah bisa bergerak cepat atau malah melemah. Oleh karena itu, kamu bisa mencari investor yang bersedia menanamkan modalnya untuk bisnis tersebut. Selain itu, kamu juga dapat memulai investasi di instrumen seperti saham. Hal ini dilakukan untuk mempersiapkan modal bagi bisnis kamu di masa mendatang.

Investasi saham memiliki kelebihan dari sisi keuntungan yang dihasilkan. Apalagi investasi saham saat ini semakin mudah dilakukan secara online melalui smartphone dengan menggunakan Ajaib Sekuritas.

Kamu bisa membuat rekening saham secara online langsung dari aplikasinya. Dengan berinvestasi saham di Ajaib Sekuritas, kamu bisa mulai mengatur perencanaan keuangan untuk kebutuhan di masa mendatang seperti membuka bisnis, membeli rumah, dan masih banyak lagi. Jadi tunggu apalagi? Yuk, mulai investasi saham pertama kamu dengan download aplikasi Ajaib di smartphone, sekarang.